Berawal dari evaluasi produktivitas pengelolaan kawasan konservasi dan kondisi umum kesadaran masyarakat terhadap konservasi SDA hayati dan ekosistemnya, maka ditetapkan salah satu PROGRAM KERJA STRATEGIS Balai Besar KSDA Jatim, yaitu PEMBANGUNAN PUSAT PENDIDIKAN KONSERVASI SDA HAYATI DAN EKOSISTEMNYA DI TWA GUNUNG BAUNG.
RENCANA PEMBANGUNAN
PUSAT PENDIDIKAN KONSERVASI SDA
DI TWA GUNUNG BAUNG
KONDISI SAAT INI
Pengelolaan Kawasan Konservasi kurang optimal :
1. Sumber Daya Alam (ekosistem, flora dan fauna) menurun kualitasnya, dan
2. Kawasan Konservasi kurang bermanfaat langsung bagi Masyarakat Lokal.
Kondisi Aktual Saat ini :
(1) Asset terbangun dan terbengkalai,
(2) Pengunjung hanya sekali datang sebagai Wisatawan atau kepentingan khusus (Riset, Sekolah, dll), dan berdampak negatif terhadap KK,
(3) Masyarakat miskin, cenderung menonton dan menjadi masalah,
(4) Mitra Kerja kurang, dan
(5) Pegawai bekerja normatif dan rutin, tanpa motivasi.
KONDISI YANG DIINGINKAN
Pengelolaan Kawasan Konservasi yang Optimal :
1. Sumber Daya Alam (Ekosistem, Flora dan Fauna) meningkat kualitasnya,
2. Kawasan Konservasi bermanfaat langsung bagi Masyarakat Lokal, dan
3. Tidak Ada Pencemaran.
Kondisi Aktual yang diinginkan :
(1) Asset terbangun dan berkembang,
(2) Pengunjung datang berkali-kali sesuai fungsi KK, dan berdampak positif terhadap KK,
(3) Masyarakat sejahtera, sebagai Pelaku KSDA, dan penyelesai masalah,
(4) Mitra Kerja banyak dan mendorong KSDA, dan
(5) Pegawai belajar, bekerja dan berapresiatif, penuh kreatif dan motivasi.
STRATEGI KERJA
1. Membangun BUDAYA BER-MITRA (Kemitraan Mutualistik). Pengembangan kebersamaan dan kekeluargaan SDM Internal dalam berbisnis dan Konservasi SDA, dan membangun pola pikir bahwa Kawasan Konservasi merupakan tanggung jawab, kerja dan kebutuhan semua/bersama.
2. Membangun BUDAYA MELAYANI. Pengembangan ketulusan dan keramahan SDM Internal dalam memenuhi kebutuhan pengunjung, guna membangun image baik, yang berdampak langsung dan positif pada ekowisata dan konservasi SDA.
3. Membangun WAHANA IN-HOUSE TRAINING. Media tempat Belajar, Bekerja dan Berapresiasi bagi SDM Internal dan Masyarakat, guna kepentingan Konservasi SDA. Transfer teknologi mandiri guna menyiapkan SDM Profesional yg multi disiplin ilmu.
4. Menjadikan MASYARAKAT sebagai Pelaku Konservasi Sumber Daya Alam, EKSPORTIR/ PENGUSAHA sebagai Pendukung Modal, Manajemen, Teknologi dan Pasar terhadap Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat, dan PEMERINTAH sebagai Dinamisator, Regulator dan Fasilitator Usaha Ekonomi dan KSDA Mandiri Masyarakat.
5. Menjadikan PENGUNJUNG sebagai Sumber Daya Konservasi SDA. Pengelola KK harus berjuang mendatangkan dan melayani Pengunjung, sehingga kedepan Pengunjung tersebut dapat menjadi provokator kedatangan kerabat lainnya dan menjadi pejuang konservasi mandiri. MELIHAT, MENGETAHUI, DAN MELAKUKAN.
6. Sinergisitas Ekowisata dan Konservasi SDA, dimana Ekowisata yang bermateri kegiatan Konservasi SDA. Kegiatan Ekowisata ke kegiatan Konservasi SDA. Datang untuk ber-ekowisata/rekreasi/petualang, dan Pulang menjadi kader konservasi.
7. Menjadikan kegiatan Pembinaan Habitat dan Populasi sebagai kegiatan pokok dalam Ekowisata. Semua kunjungan wisatawan/pengunjung diarahkan untuk melakukan kegiatan penanaman pohon satwa dan melepas satwa liar.
TAHAPAN KERJA
I. Program Kerja BABES KSDA Jatim (2008-IPPA)
• Pemanfaatan SDA dan SDM Potensial yang ada.
• Pengunaan Waktu Efektif (tidak berlalu tanpa bermanfaat).
• Inisiatif dan Apresiasi Kerja Produktif.
• Selektif Mitra, dan Pembenahan RP KK.
II. IPPA Mitra dan Koperasi (IPPA-Lanjut)
• Profesional Efektif dan Efisien.
• Mitra Bisnis dan Konservasi SDA.
• Permodalan, Manajemen, Teknologi dan Pasar.
PROGRAM POKOK
Rekreasi
1. Panorama Hutan Dataran Rendah dan Pegunungan, Air Terjun, Tumbuhan dan Satwa Liar.
2. Camping, Hiking, Jogging, dan Jungle Survival.
3. Rock Climbing, Wall Climbing, Slooping, Flying Fox, dan Wall Camping.
4. Low Middle dan High Level Outbound.
5. Arung Jeram (Ecological Rafting).
6. Air Soft Gun (Hutan, Sungai, dan Malam Hari).
7. Areal Hot Spot dan Website baungcamp.com.
8. Olahraga dan lomba teknik/ketrampilan kehutanan.
Konservasi SDA
1. Pemantapan Batas Kawasan Konservasi bersama Masyarakat Lokal (Penanaman Gaharu dan atau Pohon Produktif di Batas KK).
2. Adopt Tree (Pembinaan Habitat) dan Adopt Wild Animal (Pembinaan Populasi).
3. Penyuluhan Fungsi Hutan dan Ekosistem, Manfaat TSL, Dendrologi, dan lainnya.
4. Konservasi Lutung Jawa (Rehabilitasi, Sekolah Hutan, Sanctuari/Rumah Jompo, dan Pelepasliaran).
5. Penangkaran Ular, Kupu-kupu/Belalang/Kumbang, Aves, Rusa, Lebah Madu, Pohon Satwa, Tanaman Obat-obatan, dan lainnya.
6. Mekanikal Elektrikal, Mikro Hidro, Energi Air, Surya dan Angin, Biofuel, dan lainnya.
7. Pengelolaan Sampah (reduce, recycle, reuse).
8. Peragaan Satwa Besar (Gajah, Harimau, Komodo, Orang Utan, dan lainnya).
9. Ke-Saka Wanabakti-an (Tata Wana, Guna Wana, Bina Wana, dan Reksa Wana).
10. Pertanian dan Kearifan Tradisional Masyarakat Lokal.
Surabaya, Desember 2008
BALAI BESAR KSDA JATIM