RENCANA PENGEMBANGAN
PEMBINAAN KONSERVASI SDA HAYATI DAN EKOSISTEMNYA
PADA PRAMUKA SAKA WANABAKTI
KONDISI SAAT INI
1. Keberadaan dan Fungsi SDA Hayati dan Ekosistemnya sebagai sistem penyangga hidup dan kehidupan manusia di dunia, sudah sangat memprihatinkan. Hal ini lebih dikarenakan adanya kegiatan liar/illegal seperti penebangan hutan, perambahan kawasan hutan, penangkapan tumbuhan dan satwa, dan lainnya, serta adanya kebakaran hutan dan lahan.
2. Pembinaan dan Keberadaan Generasi Muda dalam pembangunan yang relatif dapat dikatakan cukup memprihatinkan, diantara Pramuka yang kelembagaannya dari Pusat sampai ke Desa-Desa sudah mantap, merupakan contoh nyata, menurunnya pembinaan generasi muda, dan minat menjadi pramuka. Hal ini, diantaranya lebih dikarenakan pola pembinaan generasi muda, kurang sesuai dengan perkembangan kebutuhan generasi muda, dan atau terbangunnya lingkungan lain yang lebih diminati generasi muda, walaupun belum tentu berdampak positif nyata bagi perkembangan intelektual, moral dan kepribadian generasi muda yang bersangkutan.
KONDISI YANG DIINGINKAN
Kegiatan Pramuka Saka Wanabakti dapat berkembang secara nyata sesuai dengan tujuan pembinaan kepramukaan, dan secara langsung dan nyata mengembangkan konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya.
STRATEGI KERJA KSDA
1. Membangun WAHANA IN-HOUSE TRAINING. Media tempat Belajar, Bekerja dan Berapresiasi bagi SDM Internal dan Masyarakat (termasuk Pramuka), guna kepentingan Konservasi SDA. Transfer teknologi mandiri guna menyiapkan SDM Profesional yg multi disiplin ilmu.
2. Menjadikan MASYARAKAT (termasuk Pramuka) sebagai Pelaku Konservasi Sumber Daya Alam, EKSPORTIR/ PENGUSAHA sebagai Pendukung Modal, Manajemen, Teknologi dan Pasar terhadap Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat, dan PEMERINTAH sebagai Dinamisator, Regulator dan Fasilitator Usaha Ekonomi dan KSDA Mandiri Masyarakat.
3. Menjadikan PRAMUKA sebagai Sumber Daya Konservasi SDA. Pengelola KK harus berjuang mendatangkan, melayani dan membina Pramuka, sehingga kedepan Pramuka tersebut dapat menjadi provokator kedatangan kerabat lainnya dan menjadi pejuang konservasi mandiri. MELIHAT, MENGETAHUI, DAN MELAKUKAN.
4. Sinergisitas Ekowisata/Kepramukaan/ke-sakawanabakti-an dan Konservasi SDA, dimana Ekowisata/Kepramukaan/ke-sakawanabakti-an yang bermateri kegiatan Konservasi SDA. Kegiatan Ekowisata/Kepramukaan/ke-sakawanabakti-an ke kegiatan Konservasi SDA. Datang untuk ber-ekowisata/rekreasi/petualang/ Kepramukaan/ke-sakawanabakti-an, dan Pulang menjadi kader konservasi.
SASARAN PENSINERGIAN SUMBER DAYA
BBKSDA JATIM/DINAS KEHUTANAN/BP2HP/BPDAS/UPT DEPHUT LAIN
1. Pemanfaatan SDA, SDM dan SD Sarpras Potensial yang ada.
2. Pengembangan Keilmuan dan Ketrampilan, serta Inisiatif dan Apresiasi Kerja Produktif.
3. Kemitraan Mutualistik dalam Pembinaan Pramuka Saka Wanabakti dan Konservasi SDA.
MITRA KERJA
1. Profesional Efektif dan Efisien.
2. Mitra dalam Bisnis dan Konservasi SDA.
3. Pemenuhan Permodalan, Manajemen, Teknologi dan Pasar.
PRAMUKA SAKA WANABAKTI
1. Generasi Muda penerus perjuang bangsa dalam segala aspek, termasuk Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya.
2. Generasi Muda yang memerlukan dampingan, pembinaan dan pengembangan keilmuan dan ketrampilan, sehingga terbangun inisiatif dan apresiasi kerja produktif, termasuk Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya.
PROGRAM PEMBINAAN PRAMUKA SAKA WANABAKTI
1. Pembangunan dan Pengembangan PUSAT PEMBINAAN PRAMUKA SAKA WANABAKTI, di Komplek Kantor Kehutanan Jatim dan Arboretum Saka Wanabakti, di Jln. Bandara Juanda Surabaya.
2. Pembangunan Menara Pemantauan Burung/Satwa Liar Arboretum Saka Wanabakti, yang berfungsi juga sebagai Menara Panjat Tebing dan Mountenering, dan Pembangunan High Ropes Outbound di Arboretum Saka Wanabakti, yang kesemuanya diarahkan sebagai pengundang minat Generasi Muda/Pramuka dalam Ke-SakaWanabakti-an dan Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya, yang diawali dengan kegiatan rekreasi/petualang (Outbound).
3. Pengembangan SDM Pengelola Outbound yang bersertifikat sebagai instruktur/operator Outbound dalam pembinaan pramuka. Pengelola nya dilakukan secara terpadu (POLHUT, Pramuka, dan PEH).
4. Pembentukan Tim Pembinaan Pramuka Saka Wanabakti dari Instansi Kehutanan Pusat dan Daerah di Jawa Timur, guna sebagai instruktur/pelatih ke-sakawana-bakti-an.
5. Pembangunan dan Pengembangan Pusat Pembinaan Pramuka Saka Wanabakti, bagi Pramuka Gugus Depan di Jawa Timur. Teknisnya, dengan menyebar-informasikan kepada Gugus Depan Pramuka, bahwa terdapat kegiatan rekreasi/petualang (Outbound) di Saka Wanabakti, selanjutnya dengan sistem stelsel aktif, Gugus Depan Pramuka, dapat mendaftarkan Pramuka Gugus Depan-nya untuk dapat melakukan Outbound dan kegiatan Saka Wanabakti lainnya. Direncanakan jadwalnya adalah hari Minggu, Jam 08.00-11.00 WIB.
6. Pengembangan Kaderisasi Pramuka Saka Wanabakti dan Konservasi SDA, secara keberlanjutan, seperti Temu Pramuka Saka Wanabakti, Giri Wana Rally, Lomba-lomba ketrampilan kehutanan, dan lainnya.
Surabaya, Desember 2008
BALAI BESAR KSDA JATIM